Cerita ini disadur langsung dari harian Berita Kota, Sabtu, 10 Maret 2012 dari kolom bujugbuneng
DRAKULA SADIS
Ada
3 drakula yang dikenal sangat buas saat memangsa korbannya. Malam itu mereka
berkumpul dan membuat kompetisi siapa yang paling kejam dan sadis. Pemenangnya,
selain diberi gelar tersadis, juga dalam sebulan mendapat jatah darah manusia
gratis.
Drakula
yang paling muda dapat kesempatan duluan. Tiba-tiba dia lari secepat kilat,
terus 3 menit sudah balik lagi. Mukanya penuh lumuran darah segar , seringainya
serem banget. Kemudian dia ngomong, “Lu pade lihat kampung di seberang bukit
itu?” Dua drakula lainnya mengangguk,”Iya, lihat!”
“Manusia
di kampung itu habis!” ujar si drakula muda.
Drakula
yang paling tua panas juga. Dia juga pergi sekelebat, terus 1 menit sudah
balik, mukanya jug penuh dengan cucuran darah segar manusia.
“Lu
liat kota yang itu?” katanya sambil nunjukin bahwa dia bangga benar.
“Iya, liat!” angguk kedua drakula itu.
“Manusia
di kota itu juga habis!” kata drakula paling tua sambil ketawa serem, “Huahahaaaa!”
Drakula
yang satunya lagi semakin panas, dia juga ingin menunjukkan kehebatannya.
Akhirnya ia juga lari secepat kilat. Kedua temannya terperanjat, soalnya belum
sampai setengah menit drakula itu sudah balik. Muka, mata, dan kepalanya penuh
dengan cucuran darah. “Gila ni drakula, sangar amat,” ujar drakula paling tua.
“Iya,
ternyata dia yang paling sadis!” kata drakula yang satunya penuh kagum.
Sambil
ngos-ngosan si drakula tadi berteriak, “Lu pade liat enggak tiang listrik di
pas belokan sana?” sambil menunjuk kea rah belokan.
“Liat!
Liat!” ujar kedua drakula serempak.
“Sialan!
Gua kagak liat!” kata si drakula sambil merintih kesakitan.
No comments:
Post a Comment