Saturday, April 14, 2012

MAMUS (MALING MUSHOLA)


It’s Yesterday’s story….
Jum’at Subuh, lagi-lagi aku terlambat bangun , My Father udah tiba di Mushola lebih dulu dibandingkan diriku ini. Dia sedang shalat saat aku tiba. Lalu saat aku mencoba mengatur posisi pembatas (Jamaah wanita) My Father agak sedikit kesal, “Jangan ! Shalat dulu.. kalo datang tuh Shalat dulu !”, “Lha?! Biasanya kan beres-beres dulu yang bisa diberesin, nyalahin lampu baru Shalat deh..tapi yasudahlah..”, Batinku. “Coba lihat, ini kan lagi ada masalah, jadi jangan diubah-ubah dulu”. JRENGGG ! “Oh, ternyata Kotak Amal dibongkar (Again???!!!) dan disembunyikan persis di samping pembatas wanita (yang ada semacam gordennya).”, Batinku. Jadi My Father agak kesal tadi karena apa yang kulakukan akan menghilangkan barang bukti atau setidaknya mengubah posisi bukti yang ada sehingga keaslian dari bukti bisa diragukan.
Setelah Shalat sunnah, kulihat Bapak sedang menelepon salah satu Marbot (yang sepertinya kurang bertanggung jawab atas Mushola apalagi Marbot yang satu lagi..hoho..tapi yaa..namanya juga pekerjaan sampingan, mungkin banyak kegiatan yang lebih penting yang harus mereka kerjakan di luar sana). My Sister yang baru tiba pun melakukan hal sama denganku mencoba mangatur posisi pembatas wanita dan tentu saja dilarang oleh My Father. Aku coba melihat dan mengamati bukti serta keadaan sekitar (kebanyakan baca Detective Conan & Sherlock Holmes, hahaha ). Jendela terbuka dengan keadaan grendelnya yang masih sangat bagus, lampu bohlam yang berada di dalam plastik hitam dikeluarkan dari lemari di dekat mimbar, lemari di samping mimbar yang terbuka, kotak amal yang berada tepat di samping pembatas wanita tutup bagian atasnya telah terbuka, begitu juga kotak amal berjalan yang sudah terbuka juga. Yang Aneh ada surat Yasin dan beberapa buku Iqro yang sobek dan berserakan di sekitar kotak amal. Tapi yang jadi pertanyaannya adalah lewat darimana Mamus ini. Melihat kondisi jendela yang terbuka dengan grendel yang masih bagus, mustahil Mamus ini lewat dari jendela saat masuk ke dalam. Aku kembali duduk untuk berpikir sambil terus memandangi kondisi jendela dan pintu mencari kemungkinan “pintu masuk” Mamus ini. 
My Father mulai menceritakan kondisi sekitar dan menjabarkan pendapatnya. Dan intinya sama dengan pemikiranku, lewat manakah si Mamus ini untuk masuk ke dalam dengan kondisi jendela yang terbuka tetapi grendelnya masih bagus. Karena hal seperti itu Cuma bisa dilakukan dari dalam. Jadi kemungkinannya, sebelum Mushola ditutup semalam (setelah pengajian remaja) si Mamus sengaja membuka grendel jendela dan kemudian merapatkannya seolah sudah ditutup. Tetapi kemungkinan ini hanya bisa terjadi jika yang mengunci Mushola tidak teliti sebelum menutup Mushola dan Marbot sepertinya tidak sebodoh itu. Tapi kemungkinan itu menjadi besar karena ternyata si Marbot tidak ada di Mushola saat Mushola dikunci, yang mengunci Mushola adalah anaknya. Kemungkinan kedua si Mamus bersembunyi di dalam Mushola sampai Mushola ditutup. Tapi kemungkinan ini hanya lelucon yang melintas di kepalaku karena hampir mustahil dia bersembunyi tanpa diketahui oleh orang lain karena semua ruangan terbuka. Memang ada satu ruangan perabotan di samping Mimbar tapi itupun mustahil karena yang memiliki kunci hanya My Family dan kedua Marbot. Jadi lewat mana. Aku pun tidak datang karena memang ada pengajian juga di rumah.
Saat My Father mencoba memikirkan keanehan ini, mataku yang sejak tadi berputar mengawasi setiap celah di dalam Mushola akhirnya melihat sesuatu yang berbeda dari semuanya. Yap, itu dia! Jari-jari di atas Jendela telah hancur dibongkar menghasilkan lubang yang cukup dimasuki oleh orang bertubuh sepertiku. “Bujug dah..dari tadi lubang segede gini gak keliatan..masya Allah…”, batinku..hahaha…
Oke sekarang waktunya analisa. Mamus masuk dengan berusaha membongkar jari-jari di atas jendela (belum tahu apa namanya, nantilah browsing dim bah Google dulu, hehe..kurang wawasan) kemudian memindahkan kotak amal ke samping pembatas wanita dan mulai membongkar isinya. Dan setelah Frustasi tidak menemukan hasil yang memuaskan (karena ternyata hari Rabu lalu semua kotak sudah diambil dan ditabung oleh My Father..haha) dia mulai mencari barang lain, membuka lemari di samping Mimbar, mengeluarkan plastik yang dikiranya berisi uang tapi ternyata bohlam yang sudah rusak (haha). Setelah semua usahanya cukup (mungkin sia-sia, hehe ) dia keluar melalui jendela yang bagian atasnya sudah dirusak dan merapatkan jendela kembali dan menyembunyikan bagian-bagian jari-jari bagian atas jendela di samping depan Mushola (ditemukan oleh My Father setelah Shalat Subuh). Oke semua jelas mengenai kondisi Mushola seperti yang tadi kujabarkan. Mengenai surat-surat yang berserakan, ternyata itu ulah bocah-bocah pengajian yang suka memasukkan Iqra yang rusak atau lembaran surat Yasin ke dalam kotak amal.
Sebenarnya hal ini bukan yang pertama kali, mungkin sudah yang ke-4 atau ke-5 kalinya. Tetapi memang sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pihak pengurus Mushola dikarenakan banyak hal. Padahal menurutku memang sudah seharusnya memasang kamera CCTV kalau sudah begini keadaannya meskipun agak berlebihan karena sepertinya tidak mungkin ada yang mencuri di rumah Allah seperti ini. But the Fact…jelas berbeda. Meneliti sidik jari untuk menemukan pelakunya pun percuma karena di Indonesia, warga Negara belum terdaFtar seperti di Negara lain sehingga hanya dengan melihat sidik jari kita bisa menyelidiki siapa pelakunya (mungkin baru coba untuk dimulai lewat E-KTP). Jadi sampai saat ini belum diketahui siapa Mamus ini sebenarnya..tapi kuat dugaan, Mamus ini orang yang dekat dengan Mushola, orang yang tahu seluk beluk Mushola, atau mungkin bahkan orang yang sering ke Mushola… Tapi yang paling kusesalkan adalah kenapa bukan aku yang membuka pintu Mushola saat subuh kalau hal ini sedang terjadi…(hehehe )

No comments:

Post a Comment