Dikutip dari Berita Kota Hal. 4 , Minggu,
8 April 2012
Olahraga ternyata tidak hanya membuat
otot tubuh menjadi kuat , tetapi juga dapat
embantu meningkatkan fungsi memori otak. Hal itu setidaknya terbukti
dari penelitian yang dilakukan oleh Kirsten Hotting, PhD dari University oF
Hamburg, Jerman.
Berdasarkan kajiannya yang
dipublikasikan dalam Health Psychology itu, Hotting menemukan bahwa pria paruh baya
dan awnita yang bersepeda atau melakukan peregangan rutin dan koordinasi selama
dua jam seminggu selama enam bulan memiliki perbaikan dalam memori dan
kemampuan berpikir lainnya.
“Menggabungkan berbagai bentuk
latihan mungkin dapat memberikan efek menguntungkan fungsi otak,” katanya,
seperti dikutip dari kompas.com.
Para ahli mengatakan, pada orang
dewasa yang berusia lanjut, daerah otak yang berhubungan dengan memori (hippocampus)
cenderung akan menyusut penelitian sebelumnya juga telah menemukan daerah otak
yang disebut hippocampus dapat kembalu tumbuh dan berkembang stelah mereka
(orang berusia lanjut) mulai melakukan aktivitas fisik. Pertumbuhan ini
biasanya disertai peningkatan fungsi memori.
Dalam riset teranyarnya itu, Hotting
lebih memfokuskan penelitia pada individu dewasa setengah baya. Ia melakukan
evaluasi terhadap 68 pria aktif dan wanita berusia antara 40-65 tahun. Setiap relawan
diminta melakukan olahraga ringan, seperti peregangan dan bersepeda. Sebagai pembandingnya,
peneliti juga melibatkan 18 orang yang diketahui tidak aktif secara fisik.
Hotting mengatakan, sebelum dilakukan
penelitian, semua relawan menjalani tes kebugaran jantung. Setipa program
diawasi dan berlangsung selama satu jam, dua kali dalam seminggu. “Pelatihan atau
koordinasi peregangan dimulai dengan tahap pemanasan singkat, diikuti dengan
peregangan dan penguatan otot-otot utama dari tubuh secara keseluruhan,”
katanya.
“latihan koordinasi didefinisikan
sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan
sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa relaksasi,” tambahnya.
Sebelum dansesudah penelitian,
peneliti juga sudah mengukur tingkat memori dan kemampuan berpikir lainnya. Hasil
penelitian menunjukkan, kelompok bersepeda mengalami peningkatan kebugaran
jantung mereka sebesar 15%. Sementarakelompok yang melakukan peregangan dan
tidak aktif tidak memiliki perubahan nyata dalam kebugaran mereka.
Namun demikian, pada kelompok yang
melakukan aktivitas bersepeda dibarengi dengan peregangan mendapatkan nilai
lebih baik saat menjalani tes memori belajar ketimbang kelompok yang tidak
aktif. Peningkatan hasil ujian juga dikaitkan dengan peningkatan kebugaran. Hotting
mengungkapkan, penelitian lain telah menemukan bahwa peningkatan kebugaran
terkai dengan perbaikan selektif dalam memori.
No comments:
Post a Comment