Tidak
menjadi masalah bila anak memutuskan untuk ikut berlatih bela diri. Justru anak
akan mendapatkan banyak manfaat
darikegiatannya itu.
Berikut
manfaat berlatih bela diri bagi anak seperti dituturkan Ester Lisnawati dari
Fakultas Psikologi Universitas Krisdawacana Jakarta:
1.
Motorik lebih
kuat
Gerakan memukul, menendang, merunduk, melopmat,
menghindar, berputar, berlatih keseimbangan, dan lainnya kerap diterapkan saat
berlatih bela diri. Belum lagi dengan gerakan-gerakan pemanasan dan gerakan
untuk menguatkan otot-otot. Semua gerakan tersebut melatih motorik anak menjadi
lebih kuat, cekatan, cepat, dan tangkas.
2.
Lebih bugar
dan sehat
Tubuh yang secara teratur diajak berolahraga secara
otomatis akan meningkatkan kebugarannya, karena otot-otot berlaih untuk
bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah keseleo atau terkilir.
3.
Melatih
keberanian
Anak harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap
kemampuannya, berani berkata jujur dan benar, bertindak benar, berani
berinisiatif, berani menolong orang. Sebelum atau sesudah latihan, para pelatih
biasanya mengajak siswanya berbincang mengenai apa yang harus siswa lakukan di
luar tempat latihan, memotivasi mereka untuk berlaku benar sebagai wujud dari
sikap ksatria.
4.
Melepas Energi
Negatif
Pada dasarnya anak memiliki energy negative. Mungkin
karena ia menyimpan kekesalan, kemarahan, kekecewaan,dan lainnya. Energy
negatif ini perlu penyaluran yang tepat. Nah, berlatih bela diri adalah salah
satu cara mengeluarkan nergi negatifnya dengan cara positif.
5.
Meningkatkan
kedisiplinan dan komitmen
Setiap olahraga bela diri memiliki aturan masing-masing.
Salah satunya anak harus disiplin. Ia harus dating tepat waktu, mengikuti
instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh beramin-main, harus
bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan
kemampuan dengan sembarangan, menolong sesame, dans ebgaianya. Latihan seperti
ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak.
6.
Meningkatkan kemampuan
bersosialisai
Di tempat latihan
anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Dengan begitu interaksi
anak jadi lebih terbuka sehingga meningkatkan kemampuan bersosialisasinya.
(dikutip dari Koran Berita Kota, Senin, 24 September 2012)
No comments:
Post a Comment