Matematika
kerap menjadi momok menakutkan bagi anak kecil hingga orang dewasa. Namun,
karena menjadi mata pelajaran utama di sekolah, orang tua sering memaksa
anaknya untuk belajar matematika.
Tak perlu memaksa. Matematika selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mulailah mengajar dengan konsep matematika di sekitar kita. Misalnya, transaksi di pasar sampai swalayan atau prinsip membagi kue yang Anda beli menjadi beberapa bagian.
“Jangan paksa anak untuk mencintai matematika, tetapi tunjukkanlah step by step bahwa matematika sangat penting di kehidupan sehari-hari,” ujar Faqih Al Adyan dari STKIP Kebangkitan Nasional Sampoerna School oF Education (SSE).
Latihan Matematika memang akan mendominasi pembelajaran dari otak kiri anak-anak. Sementara model pembelajaran yang baik adalah dengan seimbang antara pembelajaran otak kiri dan otak kanan.
Menurut
Trainer Olimpiade Matematika Nasional, Benny Young, jangan menghafal rumus,
tetapi berusaha untuk mengetahui bagaimana rumus itu diperoleh.
Dirinya menyarankan gar setiap guru mencba untuk memberikn soal-soal yang menantang dan bervariasi kepada murid. “Manfaatkan buku, internet dan forum diskusi untuk belajar mandiri lebih banyak,” ujar Benny.
Belajar
Matematika akan lebih menyenagkan apabila konsepnya dipahami. Dengan semakin
disukainya pelajarn matematika maka gengsi murid akan semakin tinggi, dan pada
akhirnya akan terjadi peningkatan sumber daya manusia.
*) Sebenarnya tulisan ni agak berbeda dengan apa yang saya alami waktu kecil..hehehe... tp intinya... tetap belajar Matematika....hohoho
- dikutip dari Koran Berita Kota, Senin, 24 September 2012..
No comments:
Post a Comment